Puasa di bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga matahari terbenam. Lebih dari itu, terdapat keutamaan besar yang dijanjikan Allah SWT bagi umat Muslim yang menjalankannya.
Ahmad Sarwat dalam buku Seri Fiqih Kehidupan (5): Puasa menjelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa dibandingkan ibadah lainnya. Keistimewaan ini meliputi pengampunan dosa, pahala yang tak terhingga, hingga kemuliaan di akhirat kelak.
Puasa Sebagai Penghapus Dosa
Salah satu keutamaan terbesar puasa adalah penghapusan dosa. Puasa menjadi sebab pengampunan dosa, sebuah anugerah besar mengingat manusia tidak pernah luput dari kesalahan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim).
Dalam hadis lain disebutkan:
"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: "Shalat lima waktu dan juma't ke Jum'at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapus dosa (seseorang) di antara waktu tersebut selama ia menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim).
"Dosa seseorang kepada istrinya, hartanya, dirinya, anaknya dan keluarganya dihapuskan oleh shalat, puasa, sedekah, amar ma'ruf dan nahi munkar." (HR. Bukhari Muslim).
Pengampunan dosa ini menjadi jalan keselamatan dari siksa neraka dan menuju surga. Keutamaan ini sangat berharga karena dosa lebih mudah terjadi daripada mengumpulkan pahala.
Pahala Puasa yang Tak Terhingga
Puasa memiliki posisi istimewa di sisi Allah SWT. Balasan puasa menjadi urusan Allah secara langsung, tidak dibatasi hitungan tertentu seperti amal lainnya.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku." (HR. Muslim).
Para ulama menjelaskan bahwa balasan puasa bisa sangat besar hingga tak terhingga nilainya. Hal ini karena puasa merupakan ibadah yang penuh keikhlasan, hanya Allah yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa.
Dua Kebahagiaan Bagi Orang yang Berpuasa
Rasulullah SAW menjanjikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa:
"Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya." (HR. Muslim).
Kebahagiaan pertama dirasakan saat berbuka puasa, momen yang sangat dinanti setelah seharian menahan diri. Kebahagiaan kedua akan dirasakan saat berjumpa dengan Allah SWT di akhirat, melihat balasan atas kesabaran selama di dunia.
Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Harum di Sisi Allah
Keutamaan lain yang mungkin tidak disangka adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih mulia di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR. Muslim)
Bau tersebut muncul karena lambung kosong, namun karena ketaatan kepada Allah, nilainya menjadi mulia.
Pintu Surga Ar-Rayyan Khusus untuk Ahli Puasa
Allah SWT menyediakan pintu khusus di surga bernama Ar-Rayyan bagi orang-orang yang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut pintu ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa, yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu,"Manakah orang-orang yang berpuasa?", Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang bisa memasukinya.
Doa Orang yang Berpuasa Tidak Tertolak
Keutamaan lainnya adalah doa orang yang berpuasa tidak tertolak. Ini menjadi peluang besar untuk memohon ampunan, rezeki, dan segala kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan orang orang yang didzalimi. Doanya diangkat ke awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Tuhan azza wa jalla berfirman: demi kemuliaanku saya pasti menolong engkau setelah ini." (HR. Ahmad).
Waktu menjelang berbuka menjadi momen terbaik untuk memperbanyak doa, karena termasuk waktu mustajab.
Rincian Keutamaan Puasa Ramadan
Berikut rincian keutamaan puasa Ramadan:
Keutamaan Deskripsi
Pengampunan Dosa Puasa menghapus dosa-dosa yang telah lalu dengan iman dan ihtisab.
Pahala Tak Terhingga Allah SWT sendiri yang akan membalas amalan puasa.
Dua Kebahagiaan Kebahagiaan saat berbuka dan saat berjumpa dengan Allah SWT.
Bau Mulut Lebih Harum Bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.
Pintu Surga Ar-Rayyan Pintu khusus di surga hanya untuk orang-orang yang berpuasa.
Doa Tidak Tertolak Doa orang yang berpuasa mustajab, terutama menjelang berbuka.
Berbagai keutamaan ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang sarat rahmat dan kemuliaan, menjadi motivasi untuk menjalankan puasa dengan iman dan keikhlasan.
Advertisement