Amalan-Amalan Terbaik Hari Jumat di Bulan Sya’ban, Fadhilah Dahsyat jelang Ramadhan 2026
2026-01-23 Muhamad Ridlo SArticle, Berita, Islami
Unikma.ac.id – Bulan Sya’ban merupakan momentum krusial dalam kalender Hijriah. Kehadirannya bukan sekadar penanda waktu, melainkan “pintu gerbang” spiritual menuju Ramadhan. Pada tahun 2026, bulan Sya’ban 1447 H diperkirakan jatuh mulai pertengahan Januari.
Salah satu waktu yang paling utama untuk memaksimalkan ibadah adalah pada Jumat pertama di bulan Sya’ban, yang merupakan perpaduan antara kemuliaan Sayyidul Ayyam (pemimpin hari) dan bulan diangkatnya amal manusia.
Keutamaan Sya’ban dan Hari Jumat dalam Dalil
Sebelum memasuki daftar amalan, penting untuk memahami mengapa waktu ini begitu istimewa berdasarkan tuntunan syariat:
1. Bulan Pengangkatan Amal
Rasulullah SAW menjelaskan alasan beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban: “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu bulan di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan diangkatnya amal ibadah kepada Rabb semesta alam. Maka aku ingin amalku diangkat saat aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).
2. Kemuliaan Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari terbaik dalam sepekan. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim).
Panduan Amalan Sistematis di Jumat Pertama Sya’ban 2026
Menggabungkan sunnah harian Jumat dengan kekhususan bulan Sya’ban, berikut adalah tujuh amalan yang dianjurkan:
1. Membersihkan Diri dan Mandi Jumat
Membersihkan fisik adalah simbol kesiapan batin. Mandi Jumat hukumnya sunnah muakkad. Di bulan Sya’ban, amalan ini merupakan bentuk “pemanasan” untuk mensucikan diri sebelum memasuki Ramadhan.
“Mandi pada hari Jumat adalah wajib (sangat ditekankan) bagi setiap orang yang sudah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca Al-Kahfi pada hari Jumat memberikan perlindungan cahaya. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat (HR. Al-Hakim).
3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi SAW
Sya’ban sering disebut sebagai Syahrush Sholah ‘alan Nabi (Bulan Shalawat). Menggabungkannya dengan hari Jumat akan melipatgandakan keberkahan.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif menekankan bahwa Sya’ban adalah kesempatan bagi hamba untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah melalui shalawat agar mendapat syafaat di bulan Ramadhan dan akhirat.
4. Memulai Latihan Puasa Sunnah
Jika Jumat tersebut merupakan bagian dari rangkaian puasa sunnah (seperti puasa Daud atau puasa setelah hari Kamis), maka ini sangat utama. Sya’ban adalah bulan di mana Rasulullah SAW paling banyak berpuasa selain Ramadhan.
Disunnahkan untuk tidak mengkhususkan puasa hanya di hari Jumat saja, melainkan digandeng dengan hari sebelum atau sesudahnya.
5. Sedekah Jumat di Bulan Sya’ban
Sedekah pada hari Jumat memiliki nilai pahala seperti sedekah di bulan Ramadhan. Melakukannya di bulan Sya’ban membantu saudara sesama Muslim bersiap menyambut bulan suci.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan, “Sedekah di hari Jumat dibandingkan dengan sedekah di hari-hari lainnya adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.”
6. Berdoa di Waktu Mustajab
Terdapat satu waktu di hari Jumat di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim mendapati waktu tersebut dalam keadaan salat lalu ia memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ulama banyak berpendapat waktu ini adalah setelah Ashar hingga terbenam matahari.
7. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir
Mengingat Sya’ban adalah bulan pelaporan amal, maka menutup pekan tersebut dengan istighfar adalah tindakan bijak agar catatan amal kita diangkat dalam keadaan memohon ampunan.
Pentingnya Persiapan Spiritual (Manajemen Ibadah)
Ulama mengibaratkan bulan-bulan mulia ini dengan proses menanam:
Bulan Rajab: Waktu untuk menanam benih (taubat).
Bulan Sya’ban: Waktu untuk menyirami tanaman (memperbanyak amalan dan menjaga konsistensi).
Bulan Ramadhan: Waktu untuk memanen hasilnya.
Jumat pertama Sya’ban 2026 yang jatuh pada sekitar tanggal 23 Januari 2026, harus dijadikan momentum untuk “menyirami” iman kita dengan konsistensi ibadah.
Memaksimalkan Jumat pertama bulan Sya’ban 2026 adalah langkah strategis bagi setiap Muslim yang merindukan kualitas ibadah yang lebih baik di bulan Ramadhan. Dengan menjalankan amalan yang terstruktur—mulai dari kebersihan, tilawah, shalawat, hingga sedekah—kita berharap Allah SWT memberikan keberkahan dan menyampaikan umur kita hingga bulan suci mendatang.
Advertisement